
Wali Kota Metro, Bambang Iman Santoso foto bersama Bupati Kulon Progo, R Agung Setywan saat menandatangani MOU, Selasa, (18/11/2025).
Yogyakarta – Pemerintah Kota Metro, Lampung, resmi menjalin kerjasama strategis dengan Pemerintah Kabupaten Kulon Progo, DIY. Kemitraan yang terangkum dalam Nota Kesepahaman (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama Antar Daerah (KAD) ini bertujuan utama mengendalikan inflasi daerah, khususnya melalui pemenuhan pasokan komoditas cabai.
Penandatanganan bersejarah ini dilangsungkan di Hotel Tentrem Yogyakarta, Selasa (18/11/2025), dan dihadiri langsung oleh Walikota Metro, Bambang Iman Santoso, beserta jajaran, serta Bupati Kulon Progo, R Agung Setyawan.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Lampung, Bimo Epyanto, dalam sambutannya menegaskan pentingnya inisiatif ini. Menurut Bimo, cabai merah merupakan salah satu komoditas penyumbang utama inflasi, baik di tingkat nasional maupun di Provinsi Lampung.
“Tingginya demand dengan keterbatasan produksi menjadi masalah utama. Keterbatasan ini yang menjadi tujuan utama pelaksanaan KAD,” jelas Bimo Epyanto.
Dasar kerjasama ini didorong oleh data produktivitas cabai Kulon Progo yang unggul, tercatat BPS hingga tahun 2024 mencapai 379 ribu kuintal untuk cabai keriting dan 122 ribu kuintal untuk cabai rawit. Angka ini menjadikannya daerah surplus yang ideal untuk dipasok ke daerah defisit seperti Kota Metro.

Wali Kota Metro, Bambang Iman Santoso foto bersama Bupati Kulon Progo, R Agung Setywan seuai menandatangani MOU, Selasa, (18/11/2025).
Bimo menjelaskan, KAD ini adalah bentuk nyata intermediasi ekonomi daerah yang mempertemukan surplus dan defisit. Skema ini tidak hanya berhenti pada MoU G-to-G, tetapi didorong hingga transaksi B-to-B untuk memperkuat kemandirian pelaku usaha dan jaringan bisnis.
“Melalui KAD ini diharapkan mampu menekan fluktuasi harga, mengurangi ketergantungan pasokan luar negeri, dan memperkuat rantai pasok domestik,” harap Bimo, seraya memastikan BI dan TPID akan terus mendampingi teknis dan memfasilitasi sinergi lintas sektor.
Walikota Metro, Bambang Iman Santoso, menyampaikan apresiasi atas terwujudnya kerjasama ini. Ia menekankan bahwa KAD adalah wujud nyata sinergi antar daerah dalam menjaga stabilitas harga pangan.
“Kerja sama ini juga menjadi wujud nyata implementasi semangat GNPIP. Melalui ini, diharapkan terjadi keseimbangan antara daerah surplus dan defisit, sehingga pasokan terjaga, harga lebih stabil,” kata Walikota Bambang.
Ia meyakini langkah ini akan membawa manfaat besar bagi masyarakat kedua daerah, baik dalam menstabilkan harga maupun mendorong pertumbuhan ekonomi lokal yang inklusif. Walikota juga mengucapkan terima kasih khusus kepada BI Perwakilan Provinsi Lampung atas peran aktifnya memfasilitasi kegiatan KAD ini.
Sementara itu, Bupati Kulon Progo, R Agung Setyawan, menyambut baik kerjasama tersebut. “Semoga kerjasama ini bisa memberikan kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Kota Metro,” ujarnya, dan menyatakan akan segera melakukan kunjungan balasan ke Kota Metro untuk mempelajari potensi pengembangan di Kulon Progo.
Kerja sama ini diharapkan tidak hanya fokus pada komoditas cabai, namun dapat diperluas ke sektor dan komoditas lain di masa depan untuk memperkuat ketahanan pangan daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan. (ADV)
Editor: Martin R Pasuko Dewo





