Metro – Setelah melalui proses panjang, Koperasi Merah Putih di Kelurahan Metro, Kecamatan Metro Pusat akhirnya resmi terbentuk. Dimulai dari pengurusan akta notaris hingga kini telah memasuki tahapan lanjutan seperti pengurusan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), Nomor Induk Berusaha (NIB), serta pembukaan rekening di salah satu bank Himbara (Himpunan Bank Negara) di Kota setempat.
Ketua Koperasi Merah Putih Kelurahan Metro, Kecamatan Metro Pusat, Juniansyah, terpilih melalui musyawarah khusus yang melibatkan berbagai unsur masyarakat seperti tokoh masyarakat, pamong, kelompok tani, Gapoktan, PKK, dan Karang Taruna. Pemilihan ini dilakukan secara terbuka dan demokratis guna memastikan kepengurusan koperasi berjalan secara profesional dan berintegritas.
“Pengurus dipilih bukan semata karena jabatan, tapi karena keikhlasan dan kejujuran serta pengetahuan tentang koperasi. Kami juga melibatkan pensiunan yang memiliki pengalaman di bidang ini,” Ucap Lurah Metro, Feri Wahyudi, saat diwawancarai, Selasa, 29 Juli 2025.
Feri menerangkan bahwa pengurus koperasi berasal murni dari masyarakat. Sesuai aturan, perangkat kelurahan tidak dapat terlibat langsung sebagai anggota koperasi, meskipun Lurah mendapatkan hak fungsional sebagai pengawas.
“Saat ini, sekretariat sementara koperasi berlokasi di Kantor Kelurahan Metro. Namun, ke depan direncanakan akan menyewa ruko di Jalan Reformasi, sebelum SMP Negeri 1 Kota Metro,” Terangnya.
Masyarakat Kelurahan Metro bisa menjadi anggota Koperasi Merah Putih dengan membayar iuran pokok sebesar Rp50ribu (sekali seumur hidup) dan iuran wajib bulanan sebesar Rp5ribu. Dana iuran tersebut sepenuhnya dapat diambil kembali apabila anggota keluar dari koperasi.
Keanggotaan koperasi memberikan berbagai manfaat, antara lain, akses terhadap kebutuhan pokok serta sarana pertanian seperti pupuk dengan harga lebih murah dibandingkan harga pasar. Selain itu, koperasi juga akan menjadi tempat penampungan hasil panen warga demi menjaga kestabilan harga dan memperkuat ketahanan pangan sebagaimana harapan Presiden RI.
“Namun, untuk sementara waktu, program simpan pinjam belum menjadi prioritas. Hal ini karena dana awal koperasi berasal dari pinjaman bank yang harus diangsur terlebih dahulu. Fokus utama koperasi saat ini adalah pelayanan sembako dan kebutuhan dasar lainnya bagi warga,” Lanjut Lurah Metro itu.
Terkait kelanjutan program, pihak pengurus masih menunggu petunjuk teknis (juknis) dari pusat. Kemungkinan besar akan ada pelatihan bagi pengurus agar koperasi bisa berjalan optimal sesuai tujuan pembentukannya.
Pihaknya berharap, Koperasi Merah Putih tersebut tidak hanya menjadi simbol formalitas semata, tetapi benar-benar menjadi wadah yang mampu menggerakkan roda ekonomi masyarakat dan mewujudkan cita-cita Presiden untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat, khususnya di Kelurahan Metro.
Editor: Martin R Pasuko Dewo





